Home / Info / Apakah Banjir Bisa Memperparah Penularan COVID-19

Apakah Banjir Bisa Memperparah Penularan COVID-19

Banjir melanda sejumlah kawasan di Indonesia, tak terkecuali di Jakarta, wilayah dengan angka COVID-19 tertinggi di Indonesia. Apakah banjir bisa memperparah penularan COVID-19?

SARS-CoV-2, nama lain dari virus Corona, menular lewat droplet (cairan dari hidung dan mulut) lewat bersin, batuk, hingga ludah. Saat banjir datang, tempat hidup warga terendam air.

Dikutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada penyakit yang menular lewat air (water-borne disease), misalnya penyakit tifus, kolera, leptospirosis, dan hepatitis A.

Virus Corona

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala yang ditimbulkan jika terinfeksi virus ini adalah demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan, flu, dan sesak napas.

Selama ini penularan virus corona dikenal melalui droplet atau percikan ludah lewat batuk atau bersin dari penderita ke orang yang sehat. Selain penularan langsung, droplet (tetesan air liur) penderita Covid-19 juga berbahaya apabila mengenai benda.

Droplet yang menempel pada benda bisa menyebabkan penularan virus corona jika individu lain menyentuh benda tersebut. Setelah terjadi pemindahan partikel virus ke tangan individu lain, kemudian individu tersebut melakukan kegiatan makan minum atau memanipulasi hidung, mulut, mata, tanpa cuci tangan.

Hal ini juga yang menjadi peluang paling gampang untuk kemungkinan terjadinya penularan. Oleh karena itu kegiatan mencuci tangan dengan sabun setelah berkegiatan, dan mengurangi aktivitas menyentuh wajah, menjadi salah satu cara mengurangi risiko penularan.

Lalu bagaimana dengan virus Corona?

Dalam kondisi banjir, saluran-saluran got tergenang air, sungai-sungai meluap, bahkan jamban juga ikut terendam. Air banjir bisa saja mengandung urine hingga tinja banyak warga, sangat mungkin pula mengandung droplet berupa ludah atau ingus sembarang orang.

BACA JUGA  Xiami Patenkan Kamera Selfie Pop-up

Virolog (ahli virus) Sebastian Wurtzer dari perusahaan air minum Eau de Paris menjelaskan, ada konsentrasi virus Corona di air limbah. Dia melakukan riset soal kandungan virus Corona di air limbah saat wabah COVID-19 merebak. Dia hendak menyelisik potensi kandungan virus di air limbah untuk memprediksi pandemi COVID-19 gelombang kedua.

“Got-got menyediakan data wabah dalam waktu yang sebenarnya (real-time), karena mereka mengumpulkan tinja dan urine secara konstan dan dapat mengandung virus Corona yang telah menginfeksi manusia,” demikian kata Wutrzer, dilansir Science Magazine.

Studi serupa dijalankan oleh kelompok ilmuwan dari Belanda dan Amerika Serikat, Bertsch. Mereka meneliti saluran pembuangan yang menampung limbah 600 ribu orang di Australia, pada Marte dan April 2020. Mereka menemukan, virus Corona banyak ditemukan di limbah itu. Saat puncak wabah, virus Corona semakin banyak ditemukan di limbah itu.

Check Also

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Saat Ke Amerika

Amеrіkа Serikat аdаlаh nеgаrа уаng ѕаngаt multіеtnіk. Tterdapat tiga рuluh ѕаtu kеlоmроk kеturunаn yang masing-masingnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *