Wednesday , August 5 2020
Home / Travel / Ini Fakta Istano Basa Pagaruyung yang Didatangi Gordon Ramsay

Ini Fakta Istano Basa Pagaruyung yang Didatangi Gordon Ramsay

Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, mendadak jadi perbincangan publik dan kembali mencuri perhatian setelah koki kenamaan dunia, Gordon Ramsay berkunjung ke sana.

Gordon Ramsay memang sengaja datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya dan keunikan kuliner Nusantara dalam sebuah dokumentasi bertajuk Uncharted, besutan National Geographic.

Pada kesempatan ini, Ramsay juga ditemani oleh pakar kuliner legendaris Indonesia, William Wongso.

William Wongso yang diketahui telah menguasai lebih dari 200 teknik pengolahan rendang itu, dipercaya untuk mengajarkan nilai-nilai kebudayaan dan kuliner Nusantara secara khusus kepada Ramsay. Selain menjelaskan sejarah dan teknik masak rendang, William juga mengajak Ramsay mengunjungi Istana Pagaruyung.

Tak heran bila dalam beberapa hari terakhir, objek wisata ini kembali ramai diperbincangkan netizen Indonesia di media sosial. Berikut Fakta mengenai Istano Basa Pagaruyung yang dirangkum oleh Kitaberkata.com dari berbagai sumber:

1. Bukan bangunan asli

Istano Basa Pagaruyung yang berdiri saat ini bukanlah bangunan aslinya. Bangunan aslinya berada di Bukit Batu Patah. Bangunan istana yang asli habis terlahap api. Beruntung, beberapa benda peninggalan masih ada yang terselamatkan dan disimpan dengan baik. Bangunan istana yang berdiri di Tanah Datar ini juga tak kalah menarik dan megah seperti bangunan aslinya.

2. Pernah kebakaran

Pada Tahun 2007, Istana Basa Pagaruyung mengalami kebakaran hebat yang menyebabkan kerusakan berat pada struktur bangunan istana. Setahun berikutnya (2008), Istana Basa Pagaruyung dibangun kembali dengan dana yang tidak sedikit, dan berasal dari APBD, APBN, serta bantuan masyarakat. Penyelesaian Pembangunan Istana Pagaruyung memakan waktu 6 tahun. Pada Oktober 2013, Istana Pagaruyung kembali diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.⁣

BACA JUGA  Destinasi Populer Ranu Gumbolo yang Terdapat di Tulungagung, Jawa Timur

3. Tahan gempa

Saat masuk ke dalam Istana, wisatawan akan disambut kemegahan bangunan yang keseluruhan terbuat dari kayu itu. Kayu-kayu tersebut, kabarnya merupakan kayu khusus yang dipilih agar bangunan tetap tahan lama. Tiang-tiang pada bangunan yang merupakan warisan budaya ini juga sengaja dibuat miring, fungsinya agar tahan terhadap gempa.

Selain itu, material kayu yang ada di istana ini dihias dengan 60 ukiran yang menjelaskan filosofi dan budaya Minangkabau yang sangat kental

4. Setiap tingkatan bangunan beda fungsinya

Istana Pagaruyung memiliki tiga tingkat dalam bangunannya dengan masing-masing fungsi berbeda. Tingkat paling bawah adalah tempat aktivitas utama pemerintahan berupa sebuah ruang besar yang melebar dengan area khusus sebagai singgasana raja di bagian tengahnya. Pada sisi kiri dan kanan ruangan terdapat sebuah ruangan kamar. Sementara itu bagian belakang singgasana terdapat tujuh buah kamar sebagai tempat bagi para putri raja yang telah menikah.

5. Koleksi barang antik

Di Istana ini juga terdapat sejumlah koleksi senjata pusaka asli kerajaan yang masih tersisa, di antaranya tombak, pedang, dan senapan peninggalan Belanda. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat secara langsung 100 replika furnitur dan artefak antik khas Minang.

6. Cara menuju Istana Pagaruyung

Jika Anda tertarik mengunjungi Istana Pagaruyung, jangan lewatkan untuk menyewa pakaian adat Minang dan berfoto di spot-spot menarik yang memiliki background Instagramable.

Istana nan megah ini terletak di Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya yang begitu strategis, menjadikan wisatawan yang ingin berkunjung dapat dengan mudah mengaksesnya dari mana saja.

Sumber : Dari berbagai sumber

Check Also

Titik Nol Sulаwеѕі, Bisa Dicoba untuk Wekeend Bersama Kluarga

Hаі ѕоbаt wisata, buаt kаmu уаng ѕukа trаvеlіng mеnjаjаkі tempat wіѕаtа yuk ke Titik Nol …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *