Home / Info / Kisah Pilu Dibalik Perjuangan Tenaga Medis Menghadapi Pasien Virus Corona

Kisah Pilu Dibalik Perjuangan Tenaga Medis Menghadapi Pasien Virus Corona

Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam upaya melawan penularan virus Corona (COVID-19). Mereka bekerja keras seharian menangani pasien di rumah sakit (RS) agar bisa sembuh.

Dibalik perjuangan mereka tersebut, ada kisah sedih yang membuat kita merasa kasihan medengarnya.

Septi Arina, adalah salah satu petugas medis yang sedang melaksanakan tugasnya menghadapi pasien covid di suatu puskesmas.

Dilansir dari facebook.com/Katakita, ia sangat kewalahan menghadapi situasi tersebut.

Berikut adalah kisah yang ia alami :

OOTD saat bertugas di poli covid

Yang terjadi setelah memakai kostum lengkap

5 menit : kacamata dan face shield mengembun, tangan nggak boleh ngelap
15 menit : keringat mulai dr kepala leher punggung
30 menit : sudah muncul bintik2 air mengembun dr dalam jas hujan
45 menit : sudah mulai resah ngitung sisa jam jaga 3,5 jam lagi
2 jam : hipoglikemi, dehidrasi, mata berkunang2, kepala lempuyengan

Tantangan lain yang dihadapi:

✔️Baju basah sah krn keringat dr dalam dan embun dr jas hujan

✔️Jam 9 pagi rasa jam 12 siang di tengah pantai

✔️Mata kemasukan debu tp gabs pake tangan gosok 2 alhasil kedip2 sampe mata berair hingga akhir

✔️Nafas sesak krn masker

✔️Telapak tangan terasa keriput krn keringetan didalam handscun yg berlapis

✔️Harus teriak2 ke psien krn suara kita ga terdengar dibalik masker medis berlapis

✔️Susah dengar kata2 pasien saat di anamnesa krn dy pke masker, kitanya telinga ketutup cap plus jas ujan

😟Ketidak-respect-an pasien dg pertanyaan2 skrining kami.

1. Ditanya keluhan sengaja disembunyi2kan

2. Ditanya riwayat perjalanan dan kontak diketawain, ditanggapin dg candaan, bila ad yg begitu👇

Terpaksa harus kami jawab tegas ” bapak/ibu, kami dg kostum begini tanya dg serius, untuk apa kami iseng2 tanya2 ttg bapak/ibu dg kostum begini ”

😟Ketidak-respect-an pasien mengajak serta anak2 yg sehat serta tidak memakai masker dengan alasan “anaknya minta ikut td”

Terpaksa kami jawab “mohon tetap jaga dirumah saja anaknya, tdk boleh msuk kedalam ruang puskesmas”

Ketika semua minta dilayani duluan sedangkan satu2 pasien yg masuk wilayah puskesmas harus di screening dan dicek suhunya

Diantara semua itu kendala terbesar adalah saat pengen ke toilet. Tahan 4jam.

Sungguh….. Sudah kehilangan kata2, hanya bisa berdoa semoga semua kembali normal..

Betapa beratnya para pejuang tenaga medis dalam upaya menyelamatkan kita dari ancaman virus ini. Kisah yang dihadapi oleh Septi Arina adalah salah satu contoh kisah pilu dari ratusan ribu, tenaga medis yang tersebar di dunia terutama di indonesia.

BACA JUGA  Ikan Mas Koki Bali, si Cantik yang Langka

Mari kita dari sekarang saling membantu para pejuang, pembasmi dan pelindung kita ini dalam upaya membasmi virus corna yang semakin berbahaya.

STOP PENYEBARAN VIRUS CORONA

Dengan ikuti dan taat terhadap peraturan Pemerintah, tidak keluar rumah, tidak melakukan kontak dengan orang lain dan selalu menjaga kebersihan.

Mari kita bersama sama membantu para pejuang corona dengan memberikan donasi berupa Alat Pelindung Diri (APD) seperti : Masker, Face Shield, Hazmat, Hand Sanitizer, Sarung Tangan, Alkohol dan lain lain .

Link Donasi :

Donasi

Sekecil apapun donasi yang kamu berikan sangatlah bermanfaat untuk mereka.

Check Also

Kecelakaan Helikopter, Kadispenad Ungkap Kronologi Jatuhnya

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Nefra Firdaus ungkap kronologi kecelakaan Helikopter MI-17 milik TNI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *