image source : gridoto.com

Perhatikan Kode Ini, Sebelum Membeli Pelumas Kendaraan

Banyak macam kode yang ada di dalam kemasan pelumas kendaraan. Ada baiknya klian mengetahui arti kode-kode tersebut sebelum membeli pelumas ke kendaraan dan melumaskannya ke kendaraan kalian. Kali ini Kitaberkata.com akan memberikan kode-kode yang ada di dalam kemasan pelumas kendaraan dan artinya.

Pelumas mesin yang diproduksi pastinya sudah disesuaikandengan karakter kendaraan. Baik untuk roda dua maupun roda empat, termasukuntuk mesin diesel maupun bensin.

Untuk mengetahui karakteristik pelumas yang akan digunakan,bisa dilihat dari kode pada kemasannya. Tanda ini berupa huruf dan juga akanyang memperlihatkan tingkat kekentalannya.

Setidaknya ada dua kode international yang wajib diketahuipemilik mobil tentang oli mesin, yakni angka kekentalan yang ditandai SAE(Sociaty of Automotive Engineers) dan kegunaan berdasarkan API (AmericanPetrolium Institute).

SAE adalah badan internasional yang indeks kekentalannya dipakai internasional. Untuk oli mesin kendaraan pada umumnya, angka indeks kekentalan itu biasanya diikuti huruf W (winter/musim dingin) yang berarti penggunaan sampai – 20 °C. Misalnya, SAE 5 W, SAE 10 W, atau SAE 20 W.

oli kendaraan
image source : today.line.me

Menurut buku Motor Bensin Modern karya Wahyu Hidayat, STterbitan 2012 oleh Rineka Cipta, kekentalan adalah besarnya tahanan dari suatupengaliran minyak pelumas melalui aliran tertentu. Jika indeks SAE kecilberarti oli semakin encer. Artinya, kemungkinan oli untuk mengeras pada suhurendah semakin kecil, hal ini berguna saat mesin mobil dinyalakan pada suhudingin.

Oli tidak hanya harus sigap saat dinyalakan pada masa suhudingin, tetapi juga wajib optimal saat mesin bekerja. Maka dari itu, oli yangbiasa digunakan yaitu multigrade, artinya kekentalan menyesuaikan pada rentangtemperatur tertentu. Penandaan ini diikuti angka indeks setelah huruf W,misalnya SAE 5 W-20,  SAE 10 W–40, atauSAE 20 W–40.

Bila angka setelah huruf W membesar berarti semakin kecilkemungkinannya menjadi kurus pada suhu panas

API

Mesin bensin dan diesel punya kode API yang berbeda. Padamesin bensin kodenya dimulai dengan huruf “S”, sedangkan diesel “C”.

Biasanya pada mesin bensin, kode oli yang tertera SA, SB,SC, SD, SE, atau SF. Semakin besar menurut abjad huruf kedua berarti digunakanuntuk mesin yang bekerja lebih berat (modern).

Klasifikasi API untuk mesin bensin

SA = Minyak murni tanpa bahan tambahan (aditif).

SB = Digunakan untuk mesin operasi ringan yang sedikit antioxidant.

SC = Oli yang mengandung detergen, dispersant, anti oxidant.

SD = Digunakan untuk mesin beroperasi dengan temperaturtinggi, mengandung resisting agent, anti oxidant, dan lain-lain.

 SE = Digunakan untukmesin beroperasi sedang dengan mengandung resisting agent dan anti oxidant yanglebih banyak.

SF = Tingkat aliran tinggi dengan pemakaisn daya tahan(resistance) tinggi.

Klasifikasi API untuk mesin diesel:

CA =Digunakan untuk mesin diesel operasi ringan.

CB = Digunakan untuk mesin diesel operasi sedang.

CC = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakanturbocharger dengan operasi temperatur sedang.

CD = Digunakan untuk mesin diesel yang menggunakanturbocharger dengan kandungan sulfur sedikit.

Saat ini sudah banyak produsen oli yang membuat oli “kode ganda” yang artinya bisa digunakan untuk mesin bensin dan diesel.

Sumber : Dari berbagai sumber

Check Also

Ini Dia Dasar Motor Custom

Perkembangan dunia modifikasi semakin berkembang dan banyak diminati oleh pecinta motor terutama motor custom. mereka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 1 =