Tuesday , October 27 2020
Home / Info / Menyoal Kartu Prakerja di Tengah Pandemi Virus Corona

Menyoal Kartu Prakerja di Tengah Pandemi Virus Corona

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pendaftar Kartu Prakerja gelombang I. Ia menyebut pendaftar didominasi oleh masyarakat berusia 18-25 tahun dan 25-35 tahun.

Kali ini Kitaberkata.com telah merangkum Soal Kartu Prakerja di tengah pandemi Virus Corona. Yuk simak rangkumannya!

Total pelamar gelombang I yang dibuka mulai Sabtu (11/4) sampai dengan Kamis (16/4) tersebut mencapai 5,96 juta orang.

“Kami lihat antusiasme terbanyak dari usia 18-25 tahun. Kemudian, 25-35 tahun. Ini menunjukkan program Kartu Prakerja diminati dan mendapat respons luar biasa dari masyarakat,” ujarnya dalam video conference, Kamis (16/4).

Program kartu prakerja merupakan program yang dijanjikan Jokowi pada masa kampanye Pilpres 2019, atau jauh sebelum pandemi virus corona atau covid-19 mewabah di Indonesia. Mulanya, program itu ditujukan untuk menambah keterampilan calon pekerja, pekerja korban PHK, dan yang ingin alih kerja.

Adapun kuota yang disiapkan pemerintah awalnya hanya untuk 2 juta orang. Gagasan awalnya, mereka yang ingin menjadi peserta akan diberi keterampilan dengan pelatihan secara tatap muka.

Biaya pelatihan akan ditanggung negara. Bahkan, peserta akan diberi ‘ongkos’ selama periode pelatihan. Siapa yang mau menambah keahlian, tinggal daftar lalu ikut pelatihan yang dibiayai negara dan dapat uang dari negara.

Namun, pandemi corona yang menyebar sejak Maret lalu justru memicu gelombang PHK. Pemerintah pun ingin agar program ini tetap bisa jalan seperti rencana.

Anggaran biaya pelatihan sebesar Rp3 juta-Rp7 juta per peserta akhirnya sebagian dialihkan ke insentif. Hanya tersisa Rp1 juta untuk biaya pelatihan tiap peserta.

Sementara insentif peserta dilipat gandakan dari Rp500 ribu menjadi Rp2,55 juta per peserta. Maka secara total, masing-masing akan mendapat pagu Rp3,55 juta.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi menilai program Kartu Prakerja sekarang ini dilematis. Pasalnya, program dijalankan saat pandemi virus corona dilakukan secara

BACA JUGA  Perusahaan Rokok Mau Buat Vaksin Virus Corona dari Tembakau

Ekonom menyatakan ketimbang untuk pelatihan, anggaran Kartu Prakerja harusnya digunakan untuk membantu masyarakat yang tertekan virus corona .

Sumber : Dari berbagai sumber

Check Also

Pendukung Petisi Bebaskan Jerinx Lebih Dari 124 Ribu Orang

Musisi I Gеdе Arі Aѕtіnа аtаu Jеrіnx Suреrmаn is Dеаd (SID) dіdаkwа tеrkаіt роѕtіng-аn ‘IDI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *