Home / Technology / Negara Ini Pakai Ponsel Warga Buat Lacak Virus Corona

Negara Ini Pakai Ponsel Warga Buat Lacak Virus Corona

Pembicaraan soal penanganan virus corona tak terlepas dari pembicaraan soal teknologi canggih. Beberapa negara menggunakan ponsel warga untuk lacak virus corona. Dengan pelacakan menggunakan ponsel ini pemerintah dapat segera mengatasi penyebaran dari virus corona

Cara ini ditempuh oleh Uni Eropa. Operator seluler di Eropa memutuskan untuk berbagi data dengan otoritas kesehatan Italia, Jerman dan Austria untuk memantau mobilitas warga.

Data ini bersifat anonim dan teragregasi yang memungkinkan negara memetakan konsentrasi dan mobilitas di daerah yang banyak terpapar virus corona.

Di Italia, Operator seluler Italia, Telecom, Vodafone dan WindTre telah menawarkan data agregat kepada otoritas kesehatan untuk memantau pergerakan orang. Hasilnya pun mulai terlihat, daerah Lombardy yang paling para terpapar corona di Italia mengalami penurunan jumlah mobilitas warga hingga 60% bulan lalu.

“Jika secara teknikal memungkinkan, dan secara hukum diperbolehkan, Vodafone akan bersedia membantu pemerintah dalam menangani masalah menggunakan data pengguna yang dianonimkan,” ujar CEO Vodafone Nick Read

Berikut beberapa negara yang telah di rangkum Kitaberkata.com yang lacak virus corona melalui teknologi data ponsel warga dan oenghabatan penyebarannya:

China

China mengatasi wabah Covid-19 antara lain dengan pengawasan massal dengan teknologi tersembunyi yang digunakan untuk melacak warga dengan kode warna. Mereka memberikan warga hijau, kuning atau merah untuk sebagai status kesehatan warga negaranya.

Ketika ada warga yang mengalami demam, mereka akan dikirimi pesan untuk melakukan isolasi mandiri. Program ini melibatkan raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent.

Israel

Israel sudah menggunakan data ponsel pengguna untuk melawan corona. Pemerintah telah memberikan izin kepada Shin Bet, badan keamanan internal Israel untuk menggunakan data lokasi melacak pergerakan pasien positif corona dan mengindentifikasi warga mana saja yang harus di karantina.

BACA JUGA  Ini Dia Cara Kerja Teknologi Bluetooth Lacak Pasien Covid-19

Shin Bet diizinkan untuk menggunakan data lokasi untuk pemetaan dari tahun 2002 hingga sekarang selama 30 hari kerja. Mereka yang diidentifikasi harus melakukan karantina akan mendapatkan pesan teks dari Shin Bet

Taiwan

Taiwan menggunakan data lokasi pengguna ponsel untuk memantau warga dan menentukan siapa saja yang perlu tetap di rumah melakukan karantina mandiri.

Sistem ini memonitor sinyal telepon dan melibatkan polisi. Jika ada warga yang dikarantina menjauhi rumah mereka maka telepon mereka akan langsung mati dan polisi akan mendatangi lokasi warga dalam 15 menit.

Iran

Iran mengklaim juga memonitor warganya melalui data ponsel. Warga Iran diminta menginstal aplikasi bernama AC19 di ponsel yang data lokasinya akan diambil oleh aplikasi ini dan dilaporkan kepada pemerintah.

Melansir Vice, aplikasi diklaim bisa mendeteksi apakah orang terinfeksi corona atau tidak dalam hitungan detik. Aplikasi ini juga akan memberikan referensi apakah warga harus segera pergi ke rumah sakit atau karantina mandiri.

Singapura

Singapura baru saja meluncurkan aplikasi TraceTogether yang fungsinya mengidentifikasi orang-orang yang mungkin terpapar corona. Aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan sinyal Bluetooth yang terhubung dari satu ponsel ke ponsel lain dengan jarak maksimal 2 meter.

Saat ada orang terdeteksi terinfeksi corona, pemerintah akan menghubungi warga yang dekat dan meminta untuk menyetorkan data lokasi ponsel ke pemerintah untuk melakukan pelacakan dan interaksi yang pernah dilakukan.

Sumber : Dari berbagai sumber

Check Also

Vivo Merilis Ponsel Flagship dan Perangkat IoT di Tahun Ini

Kali ini Vivo merilis ponsel flagship terbarunya dan IoT (Internet of Things) di Indonesia pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *