Home / Info / Nilai Tukar Rupiah Hampir Sentuh Angka Rp 16.000/USD, Akibat Penyebaran Virus Corona
akuratnews.com

Nilai Tukar Rupiah Hampir Sentuh Angka Rp 16.000/USD, Akibat Penyebaran Virus Corona

Dengan adanya wabah pandemi virus corona ini, menyebabkan, nilai tukar rupiah (Rp) terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menurun melemah. Di tanggal 19 Maret, 06:39 UTC Rupiah berada di angka Rp 15.953,50.

Angka tersebut merupakan titik terlemah sepanjang sejarah, dihitung dari posisi penutupan pasar.

Apa oleh buat, investor memang sedang ogah bersentuhan dengan aset-aset berisiko. Pertandanya sudah terlihat di bursa saham New York.

Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ambles 6,3%, S&P 500 terpangkas 5,18%, dan Nasdaq Composite jatuh 4,7%.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan pelemahan Rupiah tersebut disebabkan oleh kondisi dunia yang masih sangat panik oleh penyebaran Virus Corona.

Dari dalam negeri sendiri, pasar masih meragukan cara pemerintah menangani Covid-19.

“Pasar apatis terhadap kesiapan pemerintah Indonesia menangani Virus Corona. Wajar kalau Rupiah ke 16.000 apakah bisa tembus di atas 16.000 bisa saja. Tapi angka Rp16.000 ini adalah angka kunci kalau menyentuh bisa lebih parah lagi,” ujarnya

Penyebab penurunan nilai tukar rupiah disebabkan oleh penyebaran virus corona yang semakin masif.

tirto.id

Mengutip data satelit pemetaan ArcGis per pukul 02:33 WIB, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia sudah mencapai 214.894. Korban jiwa adalah 8.732 orang.

Penyebaran virus corona di China bisa dibilang sudah melambat. Sejak 8 Maret, tambahan pasien corona baru di Negeri Tirai Bambu konsisten di bawah angka 100 orang.

Kini yang jadi masalah adalah penyebaran di luar China. Di Eropa, kasus corona sudah mencapai di angka 81.102 yang terinfeksi virus corona dengan korban jiwa akibat virus corona sebanyak 2.978 orang, terbanyak kedua setelah China.

BACA JUGA  Beberapa Teori Konspirasi Virus Corona Paling Heboh diPublik

Kemudian di AS, kasus corona tercatat 7.769 dengan korban meninggal akibat corona 118 orang.

“Kejadian seperti ini mungkin terjadi 100 tahun sekali,” ujat Scott Morrison, Perdana Menteri Australia, seperti dikutip dari Reuters. Jumlah kasus corona di Negeri Kanguru adalah 568 dan korban jiwa enam orang.

Demi menghambat laju penularan virus corona, berbagai negara menerapkan kebijakan yang ekstrem. Pergerakan masyarakat dibatasi, akses keluar-masuk ditutup, dan sebagainya.

Teranyar, pemimpin 27 negara Uni Eropa sepakat untuk menutup perbatasan selama 30 hari ke depan.

Semoga saja wabah pandemi virus corona ini bisa cepat terselesaikan dan nilai tukar rupiah akan menguat.

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Check Also

Pendukung Petisi Bebaskan Jerinx Lebih Dari 124 Ribu Orang

Musisi I Gеdе Arі Aѕtіnа аtаu Jеrіnx Suреrmаn is Dеаd (SID) dіdаkwа tеrkаіt роѕtіng-аn ‘IDI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *