Tuesday , October 27 2020
Home / Info / Prediksi 5 Lembaga Negara Mengenai Penyebaran Covid19 Indonesia
Image source : merdeka.com

Prediksi 5 Lembaga Negara Mengenai Penyebaran Covid19 Indonesia

Kasus wabah covid19 di Indonesia ini sudah semakin menjadi jadi, penyebaran hampir kesemua wilayah Indonesia. Beberapa lembaga negara di Indonesia mulai prediksi kapan akhir penyebaran covid19 di Indonesia.

Beberapa lembaga menyiapkan sejumlah skenario mulai dari yang ringan (ada campur tangan pemerintah) sampai berat (tak ada intervensi pemerintah).

Berikut prediksi dari 5 Lembaga Negara tentang kapan puncak dan akhir dari covid19 di Indonesia tersebut, yang sudah dirangkum oleh kitaberkata.com

1.BIN (Badan Intelijen Negara)

image source : id.wikipedia.org

BIN meramal kasus positif corona mencapai puncak pada akhir Juli dengan jumlah kasus positif 106.287 orang. Hal ini dikatakan oleh Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Doni menyampaikan skenario yang dihitung oleh BIN cukup akurat lantaran mereka sempat meramal kasus Covid-19 akhir Maret 1.577 orang. Angka ini cukup dekat dengan realisasi 1.528 kasus per 31 Maret lalu. Namun mantan Danjen Kopassus itu mengatakan ramalan durasi corona dari BIN bisa meleset jika mitigasi dilakukan. Karena itu kata Doni, dibutuhkan semua pihak untuk mencegah Covid-19, agar cepat reda.

2.UI (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)

image source : image.psikolif.com

Mereka memprediksi hampir 2,5 juta orang di Indonesia terjangkit virus corona pada hari ke-77 penyebaran jika pemerintah tak melakukan intervensi secara serius. Selain itu, sebanyak 240.244 pasien diperkirakan bakal meninggal dunia akibat corona di dalam negeri.

Namun dengan intervensi serius pemeintah, jumlah kasus diperkirakan sekitar 600 ribu jiwa pada hari ke-98 dengan angka kematian mencapai 11.898 orang pada hari ke-100. Jumlah kasus baru tertinggi sekitar 70 ribu orang pada hari ke-80.

Tim FKM UI menggunakan asumsi bahwa setiap satu kasus positif corona dapat menginfeksi setidaknya dua orang lainnya dengan penggandaan kasus selang empat hari. Mereka juga menggunakan patokan awal indikasi penyebaran corona di Indonesia pada pekan pertama Februari 2020.

BACA JUGA  Belum Dirilis! Supreme x Oreo Tembus 200juta

3.ITB (Pusat Pemodelan Matematika Dan Simulasi)

image source : id.wikipedia.org

Pada 19 Maret 2020, ITB melakukan simulasi dan permodelan sederhana yang memprediksi mengenai puncak kasus harian.
Puncak tersebut diperkirakan akan berakhir pertengahan April 2020.

Saat itu, pandemi diperkirakan berakhir saat kasus harian berada di angka 600 pasien.

Perhitungan dilakukan dengan perhitungan sederhana menggunakan model Richard’s Curve.

Namun, pada 23 Maret 2020, ITB melakukan revisi lantaran data masukan yang digunakan sebelumnya terjadi perubahan.

Dari revisi yang dilakukan waktu estimasi titik puncak penyebaran yang dilakukan ITB berubah menjadi sekitar akhir Mei atau awal Juni 2020.

4.UGM (Unversitas Gajah Mada)

image source : twitter.com

Pakar statistik dan alumni Fakultas MIPA UGM memprediksi serangan virus ini akan berakhir di Indonesia pada akhir Mei. Sedangkan jumlah kasus terbanyak diprediksi mencapai 6.174 kasus.

Penelitian ini dilakuan Guru Besar Statistika UGM, Prof.Dr.rer.nat Dedi Rosadi,S.Si., M.Sc dengan model probabilistik yang berdasar pada data nyata atau probabilistik (PPDM).

Namun model ini hanya mengasumsikan intervensi ketat yang dilakukan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat yang mulai tumbuh sejak minggu ketiga Maret. Sedangkan suhu udara, jumlah populasi, dan kepadatan penduduk dianggap tak berpengaruh signifikan.

5.Lembaga Bio Molukuler (LBM) Eijkman Institute

image source : kerja-ngo.com

Peneliti Senior Lembaga Bio Molukuler (LBM) Eijkman Institute, memprediksi puncak penyebaran Covid-19 akan terjadi pada awal Mei hingga akhir Juni 2020.

Prediksi terakhir Eikjman, kasus positif Corona di Indonesia bisa mencapai 11-71 ribu di akhir bulan ini. Namun, penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah daerah diharapkan bisa menekan angka tersebut.

Intervensi lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menekan angka penyebaran ini, dengan melakukan tes masal deteksi virus (deteksi molekul PCR) dan memperketat penelusuran kontak.

BACA JUGA  Pasar Sembako Murah, Pembeli Membeludak, di Medan Dihentikan

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kini sudah menembus angka 5 ribu. Jumlah ini ditengarai merupakan refleksi dari penularan satu hingga tiga pekan sebelumnya. 

Peneliti Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) mengatakan, angka ini turut dipengaruhi dari tingginya mobilitas orang karena belum adanya instrumen dari pemerintah yang bisa melarang orang untuk berpergian.

Sumber : Dari berbagai sumber

STOP PENYEBARAN VIRUS CORONA

Dengan ikuti dan taat terhadap peraturan Pemerintah, tidak keluar rumah, tidak melakukan kontak dengan orang lain dan selalu menjaga kebersihan.

Mari kita bersama sama membantu para pejuang corona dengan memberikan donasi berupa Alat Pelindung Diri (APD) seperti : Masker, Face Shield, Hazmat, Hand Sanitizer, Sarung Tangan, Alkohol dan lain lain.

Link Donasi :

Donasi

Sekecil apapun donasi yang kamu berikan sangatlah bermanfaat untuk mereka.

Check Also

Pendukung Petisi Bebaskan Jerinx Lebih Dari 124 Ribu Orang

Musisi I Gеdе Arі Aѕtіnа аtаu Jеrіnx Suреrmаn is Dеаd (SID) dіdаkwа tеrkаіt роѕtіng-аn ‘IDI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *