Thursday , December 3 2020
Home / Info / Ukuran Otak Berpengaruh Pada Jumlah Teman yang Anda Miliki

Ukuran Otak Berpengaruh Pada Jumlah Teman yang Anda Miliki

Berapa banyakkah kalian punya teman sampai saat ini?. Pernahkah kamu berfikir bahwa ukuran otak ternyata dapat dipengaruhi oleh faktor jumlah teman dalam kehidupan Anda.

Penasaran bagaimana hal itu bisa terjadi, kali ini Kitaberkata.com telah merangkum beberapa artikel mengenai ukuran otak berpengaruh pada jumlah teman yang dimiliki seseorang. jadi simak artikel berikut

Pengaruh Ukuran Otak Manusia Pada Jumlah Teman

Semakin banyak teman yang Anda miliki, maka semakin besar pula wilayah-wilayah tertentu yang terdapat dalam otak Anda.

Inilah yang dinyatakan oleh para peneliti dari University of Oxford seperti dilaporkan Huffington Post beberapa waktu lalu.

Mereka menyatakan bahwa orang yang memiliki jaringan sosial yang luas, memiliki daerah lebih luas pula pada beberapa wilayah dalam otak.

Untuk studi ini, para peneliti melakukan scan otak terhadap 18 orang. Mereka juga ditanyakan berapa jumlah orang yang telah berinterkasi dalam jangka waktu sebulan terkahir.

Dengan ini berhasil ditemukan sebuah kaitan antara ukuran daerah otak, konektivitas wilayah otak serta ukuran jejaring sosial yang dimiliki.

Namun perlu digarisbawahi bahwa penelitian ini hanya mengungkapkan sejauh ini. Tidak dijelaskan mengenai kepastian memiliki koneksi sosial tinggi berpengaruh langsung terhadap otak secara langsung atau tidak.

Yang jelas, ketiga hal ini sangat berpengaruh dan terkait satu sama lainnya dan dapat melihat intensitas pergaulan manusia dan dampaknya terkait dengan otak.

Penelitian ini juga dilakukan oleh Antropolog Inggris, Robin Dunbar, dia mempelajari korelasi antara ukuran otak dan jumlah teman yang dimiliki. Melalui penelitian yang dilakukan pada 1990 itu Dunbar menemukan, individu dengan ukuran otak lebih besar ternyata lebih mampu menjaga persahabatan.

Rata-rata seorang individu bisa menangani lingkup sosial hingga 150 orang–5 sahabat, 10 teman dekat, 35 rekan kerja, dan 100 kontak.

BACA JUGA  Pasien Corona Kabur dari RS, Ngamuk saat Dijemput Petugas Medis

Timnya baru-baru ini meneliti teori tersebut dengan mengevaluasi komunikasi via telepon yang dilakukan oleh 35 juta orang di negara-negara Eropa secara acak selama 2007. Dunbar memilih 2007 karena pada tahun tersebut ponsel pintar belum mendunia dan orang masih berkomunikasi dengan bertelepon.

“Tim berasumsi, frekuensi telepon antardua individu diukur oleh keeratan hubungan mereka,” tulis MIT Technology Review, dikutip oleh laman Sheknows, Selasa (7/6/2016).

Dunbar dan timnya hanya meneliti individu yang saling bertelepon dan fokus pada individu yang setidaknya menelepon 100 orang lainnya. Penelitian tersebut membuktikan perkiraan Dunbar tidak meleset jauh.

Hasil penelitian ini pun berlaku bagi semua kepribadian, tak peduli apakah Anda seorang introvert atau ekstrovert. Orang-orang dengan dua kepribadian itu menunjukkan jumlah teman yang tidak berbeda jauh

Sumber : Dari berbagai sumber

Check Also

Tak Disarankan Masker Buff dan Scuba, Ini Jenis Masker yang Aman

Mаѕkеr buff dan ѕсubа ѕеrіng dіgunаkаn bаnуаk masyarakat saat beraktivitas untuk mеnсеgаh penyebaran COVID-19. Akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *