Home / Technology / Waduh! Chipset MediaTek Diduga Curangi Skor Benchmark

Waduh! Chipset MediaTek Diduga Curangi Skor Benchmark

Chipset MediaTek dikabarkan melakukan kecurangan terhadap skor “benchmark” atau skor uji coba kualitas dari chipset yang digunakan, karena ini sangat berpengaruh terhadap performa dari smartphone yang akan kita gunakan

Di dunia “benchmark” atau uji coba memang lazim ditemukan praktik curang, yaitu mengakali skor untuk mendapatkan angka yang tinggi untuk perangkat. Alih-alih vendor, kecurangan ini datang dari chipset MediaTek. Ini tentu sangat mengejutkan mengingat reputasi chipset produksi perusahaan terbilang sangat baik dan terpercaya.

Maka dari itu Kitaberkata.com telah merangkum tentang kecurangan yang dilakukan oleh MediaTek, jadi silahkan simak rangkuman artikel berikut ini:

Dugaan ini terbukti melalui laporan dari situs teknologi AnandTech, yang dirilis beberapa hari lalu.

Laporan tersebut memaparkan temuan hasil benchmark ponsel Oppo Reno3 Pro versi Eropa, dan Oppo Reno3 5G versi China. 

Ketika performa ponsel tersebut diuji coba dengan aplikasi benchmarking PCMark, Reno3 Pro yang dibekali dengan SoC Helio P95 (12nm) ternyata lebih ngebut dibandingkan Reno3 5G, yang memakai chip Dimensity 1000L (7 nm).

Awal mulanya, AnandTech mendapati ada keanehan ketika ia menguji skor benchmark OPPO Reno3 Pro yang ternyata berhasil mengalahkan Reno3 5G. Pasalnya, mesin arsitektur empat core Dimensity 1000L seharusnya lebih berkualitas dan ngebut ketimbang Helio P95 yang hanya memiliki dua core inti saja.

Padahal, meski sama-sama baru, chip Dimensity 1000L memiliki konfigurasi prosesor high performance yang lebih anyar (Cortex-A77) dibanding Helio P95 (Cortex-A75).

Untuk menelusurinya lebih lanjut, AnandTech pun mengujinya dengan aplikasi PCMark versi khusus. Hasilnya, benar saja bahwa Oppo Reno3 Pro menunjukkan skor performa Work 2.0 lebih kecil (6.781 poin) dibanding skor Work 2.0 yang telah “dimanipulasi” (9.048 poin). 

BACA JUGA  Smartphone Merek Samsung Siapkan Sensor Kamera 600 Megapixel

Investigasi lebih mendalam kemudian dilakukan oleh AnandTech yang menemukan ada file firmware mencurigakan bernama “sports mode” dan ini ditenggarai sebagai software yang memungkinkan chipset untuk nge-boost kemampuan mesin agar perangkat menjadi lebih cepat.

Bahkan, AnandTech mengungkapkan bahwa “skema curang” ini tidak hanya berlaku untuk OPPO Reno3 Pro, melainkan juga beberapa perangkat, seperti Realme C3, Xiaomi Redmi Note 8 Pro, dan Sony Xperia XA1. Lantas bagaimana respon MediaTek atas tuduhan ini?

Melalui situs resmi, MediaTek mengklarifikasi bahwa perusahaan selalu mengikuti standar industri serta yakin bahwa hasil dari tes uji coba sudah pasti akurat dan mewakili kemampuan sesungguhnya dari chipset produksi perusahaan.

Tidak hanya itu saja, perusahaan mengklaim bahwa memang ada sejumlah merek chipset yang memiliki kemampuan “sports mode” atau “monster mode” untuk performa, tetapi mode ini pun dinonaktifkan. MediaTek juga menambahkan bahwa setiap vendor smartphone memiliki kebebasan penuh atas perangkatnya dan mereka bisa leluasa mengkonfigurasikan performa maksimal dari perangkat.

MediaTek juga mengkritik AnandTech karena mempertanyakan praktik “optimasi benchmarking” yang padahal sudah lumrah dan menjadi standar industri. Perusahaan juga menyampaikan bahwa perangkat yang menggunakan chipset dari perusahaan lain pun melakukan hal sama. Pernyataan MediaTek ini seolah-olah ditujukan untuk Qualcomm sebagai kompetitor utama perusahaan.

Akhir kata, perseteruan ini tampaknya tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Dan jika memang MediaTek benar-benar melakukan kecurangan, maka ini sangat mengecewakan mengingat setelah lebih dari dua tahun perusahaan baru saja meluncurkan prosesor andalan pertamanya.

Sumber : Dari berbagai sumber

Check Also

Dampak Covid-19, Laba Foxconn Terendah dalam 20 Tahun

Wabah virus Covid-19 yang menyebar sejak awal 2020,banyak dampak Covid-19 yang diberikan kepada dunia termasuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *